Peran Inovasi Teknologi Pertanian Dalam Peningkatan Produktivitas Padi Sawah Untuk Mendukung Ketahanan Pangan

Peran Inovasi Teknologi Pertanian Dalam Peningkatan Produktivitas Padi Sawah Untuk Mendukung Ketahanan Pangan

Dalam mencapai swasembada tersebut banyak kendala dan tantangan yang dihadapi diantaranya terjadi pelandaian laju peningkatan produksi padi sawah, alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian, lahan “sakit”, upaya perluasan areal sulit dilakukan dan jumlah penduduk yang terus bertambah. SIPT) terhadap peningkatan produktivitas padi sawah. Hasil penerapan berbagai varietas unggul baru (VUB) di Jawa Tengah dapat meningkatkan rata-rata produktivitas 1,0 – 2,4 t/ha atau (16,26 – 39,02%) dibandingkan produktivitas varietas IR64. Sistem tanam jajar legowo 4:1 di Sukoharjo dapat meningkatkan produktivitas varietas Cisantana ± 1,03 t/ha atau 18,00% dibandingkan dengan tanam sistem tegel, sedangkan sistem.tanam jajar legowo 2:1 di Batang dapat meningkatkan produktivitas varietas Mekongga ± 1,01 t/ha atau 14,10% dibandingkan dengan sistem tegel. Penerapan PTT dapat meningkatkan produktivitas padi di tingkat penelitian, pengkajian dan petani masing-masing 37%, 27% dan 16%. Penerapan model PTT dengan mengintroduksikan VUB Mekongga, Cibogo, Cigeulis, Sunggal, Cisantana dan Pepe di Sukoharjo dapat meningkatkan produktivitas 0,58 – 1,09 t/ha (0,91 t/ha) atau 15,76% dibandingkan dengan produktivitas varietas IR64. Penerapan SIPT dengan pemeliharaan 25 ekor sapi di Sukamandi dapat menyerap jerami 150 t/tahun dan menghasilkan pupuk organik 72,4 t/tahun. Penggunaan pupuk organik meningkatkan produktivitas padi 0,5 – 1.0 t/ha. Hal tersebut di atas menunjukkan bahwa inovasi teknologi pertanian berperan cukup besar dalam peningkatan produktivitas padi sawah.

Jakarta – Untuk membuat pengunjung menikmati makanan dengan maksimal, sebuah restoran memberikan diskon bagi siapapun yang makan tanpa memegang hp. Sebuah ‘penjara’ kecil disediakan untuk menyimpan ponsel. Saat ini hampir sebagian besar orang akan sibuk bermain handphone atau ponsel ketika sedang makan. Hal ini sebenarnya membuat momen makan jadi terganggu, orang jadi tidak menikmati makanan dengan maksimal. Demikian juga dengan interaksi sosial yang tidak terjadi ketika orang sudah sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Sebuah restoran di Kent, Inggris menawarkan diskon hingga 20 persen dari total tagihan pelanggan jika mereka rela tidak memainkan handphone ketika sedang makan. Dikabarkan Food and Wine (15/4) pihak restoran menyiapkan sebuah tempat unik untuk menyimpan handphone. Baca juga: Sering Main HP Saat Makan? Handphone pengunjung bisa disimpan dalam sel penjara kecil. Kotak ini juga dilengkapi dengan gembok dan kunci. Handphone harus berada di dalam kotak ini saat momen makan berlangsung. Spice Fusion Rajeev Gupte. Gupte mengatakan bahwa chef restoran, Abul Hussain, pernah makan di sebuah restoran di London yang memiliki ‘kotak penjara untuk telepon’ dari sinilah ide itu muncul. Konsep seperti ini pernah diterapkan Tea Terrace Restaurants and Tea Rooms yang berlokasi di London pada 2017 lalu. Sebuah kotak yang disebut ‘phonetentiary’ disediakan untuk para pengunjung yang ingin menyimpan handphonenya. Tea Terrace Rowena Shouly. Pub Fat Boar di Wrexham, Inggris juga memiliki konsep yang sama dengan ‘menyita’ handphone pelanggan yang datang untuk makan dan minum. Demikian juga di restoran Bistecca yang berlokasi di Sydney, Australia. Restoran ini memiliki program “Digital Detox” yang mengharuskan pengunjung menyerahkan handphone saat masuk ke restoran ini. Uniknya, 70 persen pengunjung mengaku senang dengan cara ini. Sementara 10 persen lainnya mengaku ragu dan 20 persen pengunjung restoran memilih untuk tetap menggunakan handphone mereka saat sedang makan di restoran.

Saat ini, produk perundang-undangan selain dibuat dalam bentuk hardcopy, juga tersedia dalam bentuk digital. Bahkan masyarakat tampaknya sudah merasa cukup apabila sudah mendapatkan bentuk digital dari internet, dan tidak terlalu peduli dengan bentuk hardcopynya. Mereka yakin, yang beredar dalam bentuk digital sudah otentik, sebagaimana aslinya. Sekadar pengetahuan, bentuk otentik seharusnya adalah yang dalam bentuk hasil foto/scan dari dokumen asli dan bukan dokumen word yang dibuat dalam bentuk pdf. Hal ini karena file dalam bentuk dokumen word masih memungkinkan tidak sama dengan bentuk otentiknya. Dulu, database perundang-undangan yang sudah jadi disimpan dalam bentuk arsip kertas di Kementerian Sekretariat Negara dan di Kementerian Hukum dan HAM, sebelum diserahkan kepada ANRI. Masyarakat yang memerlukan peraturan seringkali harus datang langsung untuk mendapatkan salinan/fotokopi perundang-undangan yang dikehendaki. Perusahaan penerbitan berinisiatif membantu masyarakat mendapatkan dokumen perundang-undangan ini dengan membuat dan menjual dalam bentuk buku himpunan peraturan. Sekarang, database perundang-undangan telah tersedia dalam bentuk digital dan ditampilkan secara online di internet, di samping adanya database dalam bentuk offline.

Secara lisan, partisipasi berupa masukan, pendapat, atau kritik disampaikan melalui penyampaian langsung, diskusi, seminar dan bentuk pertemuan lainnya. Secara tertulis, berbeda dengan sebelum ada jaringan internet yang disampaikan dengan surat, saat ini masukan dapat disampaikan melalui website (secara online). Namun demikian, sampai saat ini belum banyak website kementerian dan lembaga yang menyediakan fitur khusus yang secara mudah dapat diakses masyarakat untuk menyampaikan masukannya. Sebagai informasi, di Korea, masyarakat didorong secara penuh untuk menyampaikan aspirasi dan masukan atas suatu rancangan peraturan. Saking terbukanya, masyarakat yang menyampaikan aspirasi dan masukan terbaik diberi hadiah dari pemerintah. Dulu, produk perundang-undangan dibuat dalam bentuk hardcopy, diketik di atas kertas. Pada waktu itu, perundang-undangan dibuat dengan cara diketik secara manual. Selanjutnya mesin ketik manual yang bunyinya “cetak-cetok” itu diperbaiki teknologinya dengan mesin tik elektrik yang berbunyi lebih lembut. Dokumen perundang-undangan yang dikeluarkan dapat berbentuk undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, keputusan presiden, instruksi presiden, peraturan daerah, peraturan menteri, dan dokumen peraturan lainnya.

Kita ketahui bersama bahwa teknologi telah banyak membantu memudahkan kehidupan manusia. Hampir semua aspek kehidupan memanfaatkan bantuan teknologi, termasuk aspek hukum dan perundang-undangan. Namun, tentu saja di samping bermanfaat, teknologi juga memiliki dampak negatif yang merugikan penggunanya. Manusia menyikapinya dengan mencari manfaat maksimal dan meminimalkan kerugian yang ditimbulkan. Pemanfaatan teknologi dalam dunia perundang-undangan bisa dalam proses penyusunannya dan bisa juga terkait dokumennya. Ihwal pemanfaatan dimaksud, diuraikan dalam penjelasan berikut, yang terbagi ke dalam beberapa bagian: (i) bentuk pemanfaatan teknologi; (ii) keuntungan dan kerugian: (iii) dukungan pemerintah dalam digitalisasi perundang-undangan; dan (iv) dasar hukum penggunaan dokumen dan tanda tangan digital dalam perundang-undangan. Dulu, pertemuan dalam rangka menyusun dan membahas perundang-undangan selalu dilakukan secara fisik atau luring. Bentuk-bentuk pertemuan tersebut dapat berupa rapat, uji publik, konsultasi publik, diskusi, seminar, dan pertemuan lainnya. Rapat yang membahas perundang-undangan secara intensif, dalam waktu beberapa hari di suatu tempat khusus, sering disebut dengan rapat konsinyasi atau rapat konsinyering.

Augusta Lady Byron Menulis program komputer yang pertama didunia berkerjasama dengan Charles Babbage menggunakan mesin Analytical-nya. Yang didesain mampu memasukan data, mengolah data dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital, 94 tahun sebelum komputer digital pertama ENIAC I dibentuk. Samuel Morse mengembangkan Telegraph dan bahasa kode Morse bersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone yang dikirim secara elektronik antara 2 tempat yang berjauhan melalui kabel yang menghubungkan kedua tempat tersebut. Pengiriman dan Penerimaan Informasi ini mampu dikirim dan diterima pada saat yang hampir bersamaan waktunya. Penemuan ini memungkinkan informasi dapat diterima dan dipergunakan secara luas oleh masyarakat tanpa dirintangi oleh jarak dan waktu. Tahun 1899, Dipergunakan sistem penyimpanan dalam Tape ( pita ) Magnetis yang pertama. Tahun 1923, Zvorkyn menciptakan tabung TV yang pertama. Tahun 1940, Dimulainya pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi pada masa Perang Dunia 2 yang dipergunakan untuk kepentingan pengiriman dan penerimaan dokumen – dokumen militer yang disimpan dalam bentuk magnetic tape.

Teknologi Informasi – Pengertian, Sejarah, Peranan & Dampak – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Teknologi Informasi yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian menurut para ahli, sejarah, peranan dan dampak, nah agar dapat lebih memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini. Teknologi Informasi adalah istilah umum untuk setiap teknologi yang membantu orang untuk membuat, memodifikasi, menyimpan, berkomunikasi dan menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi berkecepatan tinggi dan komunikasi data, suara, dan video. Contoh Teknologi Informasi bukan hanya komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan perangkat genggam modern misalnya ponsel. Satu set alat yang membantu bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (hardware dan software) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, tetapi juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi. Pada tahun 2001 Mc Keown mendefinisikan Teknologi Informasi merujuk pada segala bentuk teknologi yang digunakan untuk membuat, menyimpan, mengubah, dan menggunakan informasi dalam segala bentuknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.